RADARCIAMIS.COM – KA Cikuray sukses menghubungkan Garut yang kaya akan hasil bumi dengan Jakarta yang penuh aktivitas sejak tahun 2022.
KA Cikuray merupakan kereta api ekonomi bersubsidi alias Public Service Obligation (PSO) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Dengan tarif perjalanan terjauh relasi Garut – Pasar Senen sebesar Rp 45.000, kereta ini menjadi pilihan transportasi terjangkau bagi masyarakat.
Kereta ini banyak dimanfaatkan pelajar, pekerja, pelaku UMKM, pedagang, wisatawan dan masyarakat yang bepergian antarkota.
BACA JUGA: Polisi Pastikan Video Pocong Bersenjata di Pangandaran Hoaks, Warga Diminta Tetap Waspada
Jumlah Penumpang Terus Meningkat
Kini minat masyarakat terhadap KA Cikuray terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Pada relasi Garut – Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan mencapai 157.735 orang pada 2022. Angka tersebut naik menjadi 272.648 pelanggan pada 2023 atau meningkat 72,85 persen.
Kenaikan kembali terjadi pada 2024 dengan jumlah pelanggan mencapai 305.959 orang atau bertambah 12,22 persen. Pada 2025, jumlah pelanggan meningkat menjadi 313.926 orang atau naik 2,60 persen.
Relasi Pasar Senen – Garut (KA 300) juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Jumlah pelanggan meningkat dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 orang pada 2023 atau naik 78,65 persen.
Pada 2024, jumlah pelanggan bertambah menjadi 285.130 orang atau meningkat 17,77 persen. Kemudian pada 2025, jumlahnya mencapai 301.797 pelanggan atau naik 5,85 persen.
Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 pelanggan selama periode 2022 hingga 2025.
Sepanjang Januari hingga April 2026, layanan ini digunakan 211.498 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 107.459 pelanggan relasi Garut – Pasar Senen dan 104.039 pelanggan relasi Pasar Senen – Garut.
Dengan demikian, total pelanggan KA Cikuray sejak 2022 hingga April 2026 mencapai 2.226.342 orang.
Menjadi Bagian Penting Mobilitas Masyarakat
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pertumbuhan jumlah pelanggan menunjukkan KA Cikuray semakin berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah yang dilalui.
Menurutnya, KA Cikuray tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat.
Kereta ini digunakan oleh pelajar yang menempuh pendidikan di kota besar, pekerja yang menuju tempat kerja, wisatawan yang berkunjung ke Garut, hingga masyarakat yang ingin bertemu keluarga dan kerabat.
Melayani 12 Stasiun di Jalur Strategis
Dalam operasionalnya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian. Stasiun tersebut meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi dan Pasar Senen.
Setiap daerah memiliki karakter dan peran ekonomi yang berbeda. Garut, Cibatu dan Leles dikenal sebagai kawasan pertanian dan perdagangan.
Memasuki wilayah Bandung Raya, KA Cikuray melayani kawasan pendidikan, jasa, perdagangan, serta ekonomi kreatif di Kiaracondong, Bandung, dan Cimahi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Purwakarta yang berkembang sebagai daerah wisata dan perdagangan. Setelah itu, kereta melayani kawasan industri besar di Cikampek, Karawang dan Cikarang.
Menjelang akhir perjalanan, KA Cikuray berhenti di Bekasi yang memiliki tingkat mobilitas tinggi sebagai kota penyangga Jakarta.
Perjalanan berakhir di Pasar Senen yang sejak lama menjadi pusat aktivitas dan perdagangan masyarakat ibu kota.
Garut dan Potensi Hasil Bumi yang Melimpah
Perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menawarkan pemandangan alam khas Jawa Barat. Dari jendela kereta, penumpang dapat menikmati perbukitan, lahan pertanian, serta kebun sayur yang membentang di berbagai wilayah.
Kondisi alam yang sejuk dan tanah yang subur menjadikan Garut sebagai salah satu sentra hortikultura di Jawa Barat.
Berbagai komoditas tumbuh di daerah ini, seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat dan aneka sayuran dataran tinggi lainnya.
Hasil pertanian tersebut setiap hari didistribusikan ke berbagai kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Anne menjelaskan keterhubungan antara daerah penghasil komoditas pertanian dan kota-kota tujuan menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.
Dia menilai distribusi hasil bumi yang lebih luas akan memberikan manfaat bagi banyak pihak. Petani memperoleh akses pasar yang lebih besar, pedagang mendapatkan lebih banyak pilihan produk, dan masyarakat dapat menikmati hasil pertanian segar dari berbagai daerah.
BACA JUGA: Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai, Kemenhaj Ingatkan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Menghubungkan Beragam Aktivitas dalam Satu Perjalanan
KA Cikuray menjadi contoh bagaimana jalur kereta api mampu menghubungkan berbagai daerah dengan karakter berbeda dalam satu lintasan.
Mulai dari kawasan pertanian di Garut, pusat pendidikan dan perdagangan di Bandung Raya, kawasan industri di Karawang dan Cikarang, hingga pusat aktivitas masyarakat di Jakarta, semuanya terhubung melalui layanan ini.
KAI menilai perkembangan aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah akan terus membuka peluang bagi kereta api untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.



