RADARCIAMIS.COM — Musim lalu, 5 pemain Persib paling dipercaya Bojan Hodak ini tampil lebih banyak dari yang lain.
Perjalanan Persib Bandung menjuarai Super League 2025/2026 tidak hanya ditentukan oleh kualitas skuad, tetapi juga oleh konsistensi para pemain yang mampu menjaga performa sepanjang musim.
Di tengah jadwal kompetisi yang padat dan tekanan persaingan yang berlangsung hingga pekan terakhir, sejumlah pemain tampil sebagai sosok yang nyaris tak tergantikan dalam skema racikan pelatih Bojan Hodak.
Dari 34 pertandingan yang dijalani Maung Bandung musim ini, terdapat lima pemain yang mencatatkan menit bermain terbanyak.
BACA JUGA: Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib, Bos Persib Beri Ucapan Terima Kasih yang Mengharukan
Mereka menjadi tulang punggung tim dalam menjaga stabilitas permainan sekaligus mengantar Persib Bandung mempertahankan dominasinya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Teja Paku Alam, Tembok Kokoh yang Tak Tergeser
Posisi teratas ditempati oleh Teja Paku Alam dengan catatan 2.790 menit bermain.
Kiper asal Sumatra Barat tersebut menjadi pemain dengan waktu tampil terbanyak sepanjang musim sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibanding dua musim sebelumnya.
Jika pada musim 2024/2025 ia hanya mencatatkan 630 menit bermain dan 1.535 menit pada musim 2023/2024, musim ini menjadi panggung kebangkitannya.
Kepercayaan penuh dari tim pelatih membuat Teja hampir selalu menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.
Tak hanya itu, performa impresifnya juga mengantarkan Teja menorehkan sejarah baru sebagai penjaga gawang dengan catatan clean sheet terbanyak di Persib, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Yoo Jae-hoon.
Patricio Matricardi, Jenderal Pertahanan Maung Bandung
Di posisi kedua terdapat bek asal Argentina, Patricio Matricardi, yang mengoleksi 2.637 menit bermain sepanjang musim.
Kehadirannya memberikan stabilitas luar biasa di jantung pertahanan Persib Bandung.
Dari total 34 pertandingan liga, Matricardi tampil dalam 31 laga dan dipercaya sebagai starter dalam 29 pertandingan.
Konsistensinya membuat lini belakang Maung Bandung tampil lebih solid saat menghadapi berbagai tekanan sepanjang musim.
Uilliam Barros, Mesin Kerja Keras di Lini Depan
Nama Uilliam Barros menempati peringkat ketiga dengan total 2.438 menit bermain.
Penyerang asal Brasil tersebut menjadi salah satu pemain yang paling sering diandalkan sepanjang musim.
Ia tampil dalam 33 pertandingan dan 26 kali mengawali laga sebagai starter.
Selain kontribusinya dalam menjaga keseimbangan permainan tim, Barros juga memberikan dampak nyata lewat produktivitasnya di lini serang dengan sumbangan delapan gol dan satu assist yang membantu Persib Bandung mengamankan poin-poin penting dalam perburuan gelar juara.
Eliano Reijnders, Energi Tak Habis di Lini Tengah
Posisi keempat dihuni oleh Eliano Reijnders yang membukukan 2.303 menit bermain.
Gelandang Timnas Indonesia tersebut menjadi salah satu motor permainan Persib berkat mobilitas dan etos kerjanya yang tinggi.
Sepanjang musim, Eliano tampil dalam 28 pertandingan dengan 25 kali dipercaya sebagai starter.
Perannya yang fleksibel membuatnya menjadi salah satu pemain penting dalam menjaga ritme permainan sekaligus mendukung keseimbangan antara lini tengah dan lini serang.
Federico Barba, Sosok Berpengalaman di Barisan Belakang
Daftar lima besar ditutup oleh Federico Barba yang mencatatkan 2.198 menit bermain.
Bek asal Italia tersebut menghadirkan ketenangan dan kepemimpinan di sektor pertahanan.
Pengalaman panjang yang dimilikinya menjadi modal berharga bagi Persib Bandung dalam menghadapi tekanan kompetisi yang berlangsung ketat sepanjang musim.
Kehadiran Barba tidak hanya memperkuat lini belakang secara teknis, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi rekan-rekan setimnya dalam berbagai situasi penting.
Fondasi Kesuksesan Sang Juara
Tingginya menit bermain yang dicatatkan kelima pemain tersebut menjadi gambaran betapa pentingnya peran mereka dalam perjalanan Persib menjuarai Super League 2025/2026.
Di balik euforia gelar juara, terdapat kerja keras, konsistensi, dan ketahanan fisik yang membuat mereka mampu menjadi andalan utama sepanjang musim.
Mereka bukan sekadar pemain dengan waktu tampil terbanyak, tetapi juga fondasi utama yang membantu Maung Bandung mempertahankan status sebagai kekuatan dominan sepak bola Indonesia.



