RADARCIAMIS.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam Papua di tengah arus pembangunan dan investasi yang terus berkembang.
Dilansir dari laman jabarprov.go.id, pesan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menjadi pembicara dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis (APS) di Jayapura, Papua, Jumat (29/5/2026).
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, pembangunan tidak seharusnya hanya berfokus pada aspek teknokrasi dan pertumbuhan ekonomi semata.
Ia menilai nilai budaya dan pengetahuan masyarakat adat justru menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
“Kita sering menganggap kaum adat sebagai orang yang tertinggal, padahal mereka adalah sumber pengetahuan. Leluhur kita mampu menjaga alam selama berabad-abad dan mewariskannya kepada generasi berikutnya dengan baik,” kata KDM.
KDM menyebut berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan selama ini sering mengabaikan harmoni dengan alam.
Karena itu, ia berharap Papua tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain.
Menurutnya, Papua masih menyimpan kekayaan alam dan budaya yang relatif terjaga hingga saat ini.
“Saya melihat masih ada yang original di negeri ini namanya Papua. Di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya lagi. Di sini kami mendapat kejernihan air, kejernihan udara, dan alam yang sangat indah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kelestarian alam Papua memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat adat.
“Papua kehilangan alamnya maka rakyatnya akan lemah. Sistem keyakinan pada leluhurnya terputus oleh kehancuran ekologi,” katanya.
Investasi Diminta Tetap Jaga Identitas Papua
KDM menilai setiap kebijakan pembangunan di Papua perlu disusun dengan mempertimbangkan budaya dan karakter masyarakat setempat.
Menurutnya, tata ruang dan arah pembangunan harus mampu menjaga keterikatan masyarakat Papua dengan tanah kelahirannya.
Ia juga mengingatkan agar investasi yang masuk tidak menghapus identitas lokal yang selama ini menjadi ciri khas Papua.
KDM bahkan mengusulkan agar bangunan publik seperti sekolah, kantor pemerintahan, hotel hingga stadion mengadopsi arsitektur khas Papua.
“Papua dibangun untuk orang Papua. Jangan sampai suatu saat orang Papua merasa bukan lagi tinggal di kampungnya sendiri,” tuturnya.
Selain menyampaikan gagasan pembangunan berkelanjutan, KDM juga menawarkan kesempatan pendidikan bagi generasi muda Papua.
Sebanyak 40 mahasiswa Papua akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Barat.
Program tersebut mencakup biaya pendidikan dan biaya hidup hingga para mahasiswa menyelesaikan kuliahnya.
“Silakan kuliah di Bandung. Biaya hidupnya kami tanggung sampai dia selesai,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, KDM kembali mengajak seluruh pihak menjaga Papua sebagai aset berharga bangsa Indonesia.
“Jagalah kehormatan masyarakat Papua. Jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua. Surga di tanah Papua. Keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua. Jagalah, karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada,” katanya.
Konferensi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta jajaran Forkompimda Papua.



