RADARCIAMIS.COM — Debut impresif di Moto3 membuat Veda Ega Pratama mulai dibandingkan dengan Ai Ogura dan disebut sebagai calon bintang besar Asia berikutnya. Statistik Veda Ega Pratama lampaui Ai Ogura.
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, terus mencuri perhatian dunia balap internasional setelah menunjukkan performa impresif pada musim debutnya di Moto3 2026 bersama Honda Team Asia.
Performa konsisten yang ditampilkan rider berusia 17 tahun tersebut membuat namanya mulai ramai diperbincangkan sebagai calon bintang besar Asia berikutnya di ajang MotoGP.
Bahkan, sejumlah pengamat menilai perkembangan Veda jauh lebih cepat dibandingkan pembalap Jepang, Ai Ogura, saat berada di usia yang sama. Tak heran jika Veda Ega Pratama lampaui Ai Ogura.
BACA JUGA: Perkuat Standar Keamanan Mobilitas Modern, JETOUR T1 Raih Bintang 5 ASEAN NCAP
Sorotan terhadap pembalap Asia memang meningkat setelah Ai Ogura sukses mencetak podium pertamanya di MotoGP 2026 pada seri MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans, Prancis.
Pembalap yang membela Trackhouse MotoGP Team tersebut berhasil mengakhiri penantian panjang pembalap Asia naik podium kelas premier selama 14 tahun.
Pencapaian Ai Ogura dinilai menjadi bukti bahwa pembalap Asia memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi MotoGP apabila mendapatkan proses pembinaan dan kesempatan yang tepat.
Situasi itu kemudian memunculkan perbandingan dengan Veda yang kini tengah menjalani musim debutnya di Moto3.
Nama Ai Ogura dan Veda memang memiliki benang merah yang sama.
Keduanya sama-sama berasal dari jalur pembinaan Honda Team Asia sebelum akhirnya menembus kejuaraan dunia.
Secara statistik, progres Veda disebut jauh lebih agresif dibandingkan Ogura saat berada di level junior.
Ai Ogura membutuhkan dua musim penuh di Asia Talent Cup edisi 2015 dan 2016 sebelum mampu finis sebagai runner-up.
Sementara itu, Veda langsung tampil dominan dengan merebut gelar juara Asia Talent Cup 2023, kompetisi yang kini berganti nama menjadi Asia Road to MotoGP.
Perkembangan cepat pembalap asal Indonesia tersebut berlanjut ketika tampil di Eropa melalui ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup dan JuniorGP.
Adaptasi yang cepat membuat Veda mampu bersaing dengan para rider muda Eropa yang lebih berpengalaman di lintasan internasional.
Sinyal kebangkitan pembalap Indonesia mulai terlihat pada debut Veda di Moto3 Thailand 2026.
Saat itu, ia langsung finis di posisi kelima dan mengejutkan banyak pihak. Hasil tersebut menjadi indikasi kuat bahwa rider Indonesia mulai mampu tampil kompetitif di level dunia.
Tak berhenti di sana, Veda kemudian mencetak sejarah dengan meraih podium ketiga pada GP Brasil.
Prestasi tersebut menjadi podium Grand Prix pertama bagi pembalap Indonesia di kejuaraan dunia Moto3.
Mental bertanding Veda kembali mendapat sorotan saat tampil di GP Prancis Le Mans.
Sempat tercecer hingga posisi ke-14 akibat kondisi lintasan basah, ia mampu bangkit secara perlahan dan mengakhiri balapan di posisi keempat.
Konsistensi tersebut membuat Veda kini bertengger di posisi lima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin, sebuah pencapaian yang terbilang luar biasa untuk seorang debutan.
Gaya Balap Veda Disebut Mirip Ai Ogura
Publik dan sejumlah pengamat melihat adanya kemiripan karakter balap antara Veda dan Ai Ogura.
Keduanya dikenal memiliki ketenangan tinggi saat balapan, terutama ketika menghadapi duel ketat di tengah pack racing.
Selain itu, kemampuan membaca momentum overtaking juga menjadi salah satu keunggulan yang menonjol dari kedua pembalap Asia tersebut.
Veda dinilai memiliki kontrol emosi yang baik dan tidak mudah panik, sesuatu yang biasanya sulit dimiliki rider debutan di level Moto3.
Kemampuan adaptasi cepat di berbagai kondisi lintasan juga menjadi nilai lebih yang membuat performa Veda semakin diperhitungkan pada musim pertamanya.
Tim Eropa Mulai Pantau Veda Ega Pratama
Penampilan impresif Veda kabarnya mulai menarik perhatian sejumlah tim Eropa.
Salah satu rumor yang berkembang di paddock MotoGP menyebut Aspar Team tertarik menjadikan Veda sebagai proyek masa depan mereka.
Aspar dikenal sebagai salah satu tim sukses di Moto3 dan Moto2 yang kerap melahirkan pembalap muda potensial hingga menjadi juara dunia.
Ketertarikan tim Eropa terhadap rider Asia kini disebut tidak lagi semata karena faktor pasar atau sponsor, melainkan murni berdasarkan kualitas balap di lintasan.
Meski demikian, perjalanan Veda menuju MotoGP masih sangat panjang.
Pembalap muda Indonesia tersebut masih harus menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari aspek teknis hingga tekanan non-teknis selama berkarier di Eropa.
Adaptasi budaya, tekanan mental, hingga dinamika politik paddock MotoGP menjadi tantangan yang selama ini kerap menghambat perkembangan pembalap Asia di level internasional.
Karena itu, sejumlah pengamat meminta publik Indonesia untuk tidak memberikan ekspektasi berlebihan kepada Veda dan membiarkannya berkembang secara alami sesuai proses yang dijalani.
Asa Baru Indonesia Menuju MotoGP
Keberhasilan Ai Ogura menembus podium MotoGP dinilai membuka jalan sekaligus memberi harapan baru bagi pembalap Asia untuk bersaing di kelas premier.
Kini, Veda Ega Pratama mulai menunjukkan potensi besar untuk mengikuti jejak tersebut.
Dengan progres yang dinilai lebih cepat dibandingkan Ogura pada level junior, Veda menjadi simbol harapan baru Indonesia untuk suatu hari nanti mampu bersaing secara konsisten di panggung tertinggi MotoGP dunia.



