RADARCIAMIS.COM— Tampil konsisten bersama Sassuolo di Serie A 2025/2026, nilai pasar Jay Idzes naik signifikan meski harus absen pada FIFA Matchday Juni 2026.

Karier Jay Idzes terus menanjak di panggung sepak bola Eropa.

Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia itu mendapatkan pengakuan baru setelah nilai pasarnya melonjak signifikan berkat performa konsisten yang ditunjukkannya sepanjang Serie A Italia musim 2025/2026 bersama Sassuolo.

Berdasarkan pembaruan market value terbaru, harga pasar pemain berusia 25 tahun tersebut meningkat dari 10 juta euro menjadi 14 juta euro atau setara sekitar Rp290 miliar.

BACA JUGA: Bikin Adem, Bos Persib Berterima Kasih kepada Persija Jakarta dan Borneo FC

Kenaikan sebesar 4 juta euro itu menjadi salah satu yang paling mencolok di kalangan pemain Asia musim ini dan semakin menegaskan posisi Jay sebagai salah satu bek terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Lonjakan nilai tersebut tidak datang tanpa alasan.

Sepanjang musim 2025/2026, Jay tampil sebagai sosok sentral di lini pertahanan Sassuolo.

Kepercayaan penuh yang diberikan tim pelatih dibayar dengan performa stabil dari pekan ke pekan.

Bek kelahiran Belanda itu mencatatkan 35 penampilan di Serie A dan hanya absen dalam tiga pertandingan sepanjang musim.

Statistik tersebut menunjukkan betapa penting perannya dalam menjaga keseimbangan permainan Sassuolo, baik saat bertahan maupun ketika memulai proses pembangunan serangan dari lini belakang.

Konsistensi yang ditampilkan Jay membuat namanya semakin diperhitungkan di kompetisi elite Eropa.

Selain menjadi pemain Indonesia dengan nilai pasar tertinggi saat ini, ia juga berhasil menembus jajaran bek Asia dengan valuasi tertinggi.

Dalam daftar bek Asia dengan market value terbesar tahun 2026, Jay menempati posisi keempat.

Ia hanya berada di bawah sejumlah nama yang telah lebih dahulu menjadi andalan klub-klub elite Eropa.

Posisi teratas ditempati bek Uzbekistan, Abdulkodir Khusanov, yang memperkuat Manchester City dengan nilai pasar mencapai 35 juta euro.

Di bawahnya terdapat bek Korea Selatan, Kim Min-jae, yang menjadi pilar Bayern Munich dengan valuasi 20 juta euro.

Urutan ketiga dihuni rekan setim Kim Min-jae di Bayern Munich, Hiroki Ito, yang memiliki nilai pasar sebesar 18 juta euro.

Sementara Jay Idzes berada di posisi keempat dengan market value 14 juta euro, unggul atas bek Jepang Ko Itakura yang bernilai 12 juta euro bersama Borussia Monchengladbach.

Daftar 5 Bek Asia dengan Market Value Tertinggi 2026

Abdulkodir Khusanov (Manchester City) – 35 juta euro

Kim Min-jae (Bayern Munich) – 20 juta euro

Hiroki Ito (Bayern Munich) – 18 juta euro

Jay Idzes (Sassuolo) – 14 juta euro

Ko Itakura (Borussia Monchengladbach) – 12 juta euro

Dengan usia yang belum genap 26 tahun, peluang Jay untuk terus meningkatkan valuasinya masih sangat terbuka.

Apalagi dalam beberapa bulan terakhir namanya kerap dikaitkan dengan sejumlah klub besar Serie A.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa AC Milan, Inter Milan, dan Juventus terus memantau perkembangan bek Timnas Indonesia tersebut.

Selain itu, muncul pula spekulasi yang menghubungkannya dengan Fiorentina, terutama jika pelatih Sassuolo Fabio Grosso benar-benar melanjutkan kariernya bersama klub asal Florence itu pada musim depan.

Di tengah kabar positif mengenai peningkatan harga pasar, Jay harus menerima kenyataan tidak dapat memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026.

Cedera yang dialaminya saat membela Sassuolo membuat dirinya harus menjalani masa pemulihan dan menepi sementara dari skuad Garuda.

Masalah tersebut bermula ketika Jay mengalami gangguan pada bagian tumit saat menghadapi AC Milan.

Kondisi serupa kembali dirasakannya dalam pertandingan terakhir Serie A melawan Parma sehingga tim medis memutuskan untuk memberikan waktu istirahat demi mencegah risiko yang lebih besar.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada 29 Mei 2026, Jay mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak bisa bergabung bersama Timnas Indonesia.

Namun, ia menilai keputusan untuk fokus pada pemulihan merupakan langkah terbaik agar dapat kembali dalam kondisi yang benar-benar prima untuk agenda berikutnya.

Dalam pesannya, Jay juga memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya yang akan menghadapi Oman dan Mozambik.

Meski tidak berada di lapangan, kapten Garuda itu menegaskan dirinya tetap mendukung perjuangan Timnas Indonesia dari kejauhan.

Absennya Jay tentu menjadi kehilangan besar bagi skuad asuhan John Herdman.

Namun di balik kabar tersebut, kenaikan nilai pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa kualitas sang kapten terus berkembang dan kini mampu bersaing dengan para bek terbaik Asia yang berkarier di kompetisi elite Eropa.

Jika mampu mempertahankan performa impresifnya di Serie A dan melangkah ke klub yang lebih besar dalam beberapa musim ke depan, bukan tidak mungkin nilai pasar Jay Idzes akan terus meningkat dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain Asia paling berharga di Eropa.