
RADARCIAMIS.COM— Ratusan sukwan pengangkut sampah atau petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya dikumpulkan Pemerintah Kota Tasikmalaya di Balewiwitan, Selasa, 19 Mei 2026.
Pertemuan tersebut digelar setelah sebelumnya para petugas sempat menyuarakan protes terkait ketidakjelasan nasib dan kesejahteraan mereka.
Sebelum kembali menjalankan tugas membersihkan sudut-sudut kota, para sukwan mengikuti apel di halaman kantor DLH Kota Tasikmalaya.
Apel itu dipimpin langsung oleh Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, didampingi Plh Sekretaris Daerah Hanafi.
Dalam arahannya, Diky Candra secara terbuka mengakui pemerintah daerah belum mampu memberikan solusi terbaik bagi para sukwan kebersihan.
Ia menyebut statusnya sebagai pelaksana harian membuat ruang geraknya terbatas, terutama dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebijakan anggaran.
Menurut Diky, posisi Plh hanya memungkinkan dirinya memberikan usulan dan rekomendasi kepada pimpinan daerah tanpa memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan kebijakan strategis.
“Kalau PLH mah tidak punya kekuasaan apa-apa. Kami hanya bisa menyarankan dan mengusulkan solusi kepada pimpinan,” ujar Diky Candra dalam arahannya.
Meski demikian, ia memastikan persoalan para petugas kebersihan tidak akan dibiarkan berlarut-larut.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, akan membawa persoalan tersebut ke forum pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna mencari kemungkinan solusi, termasuk pembahasan mengenai insentif bagi para sukwan.
“Besok akan kami rapatkan di TAPD supaya bisa mengusulkan solusi, termasuk kemungkinan insentif. Tapi sifatnya masih rekomendasi karena kami tidak bisa membuat kebijakan,” ujarnya saat ditemui usai apel.
Diky Candra menjelaskan, usulan tersebut masih bersifat rekomendatif karena pemerintah saat ini belum bisa mengambil keputusan final.
Namun, ia memastikan pembahasan akan segera dilakukan bersama jajaran internal pemerintah daerah.
Di hadapan para petugas kebersihan, Diky Candra juga menyampaikan permintaan maaf atas kondisi yang belum ideal.
Ia mengakui situasi keuangan daerah saat ini tengah berada dalam tekanan berat akibat efisiensi anggaran yang terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Menurutnya, kondisi fiskal yang sulit bukan hanya dirasakan Kota Tasikmalaya, tetapi juga banyak pemerintah daerah lain di tanah air.
Kendati dihadapkan pada ketidakpastian, Diky Candra meminta para sukwan tetap menjaga semangat kerja.
Ia menilai keberadaan petugas kebersihan memiliki peran vital dalam menjaga wajah Kota Tasikmalaya tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Diky Candra menegaskan, tanpa kerja keras para sukwan, persoalan sampah di Kota Tasikmalaya akan sulit tertangani secara maksimal.
Karena itu, pemerintah memberikan penghormatan khusus kepada para petugas kebersihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Dalam apel tersebut, Diky Candra bersama sejumlah pejabat eselon II terlihat memberikan penghormatan simbolis kepada para sukwan. Gestur itu disebut sebagai bentuk penghargaan kepada petugas yang tetap bekerja di tengah ketidakjelasan status dan kesejahteraan mereka.
Meski belum bisa memberikan kepastian, Diky memastikan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus memperjuangkan solusi terbaik agar pelayanan kebersihan tetap berjalan dan nasib para sukwan mendapat perhatian.
“Tanpa rekan-rekan semua, sampah di Kota Tasikmalaya tidak mungkin tertangani. Masyarakat butuh kota yang bersih,” kata dia.
Saat disinggung mengenai kemungkinan pemberian insentif maupun pengangkatan status sukwan, Diky menyebut seluruh opsi masih akan dibahas lebih lanjut dalam forum internal pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan jumlah sukwan kebersihan yang saat ini tengah diperjuangkan mencapai sekitar 116 orang.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut Diky Candra, cukup optimistis usulan tersebut dapat diterima pimpinan daerah, meski pihaknya memilih menunggu keputusan resmi sebelum menyampaikan kepastian kepada para petugas kebersihan.




