RADARCIAMIS.COM – Layanan BPJS Kesehatan kini terintegrasi di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) Surakarta.
Peluncuran integrasi kedua lembaga tersebut dilakukan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono belum lama ini.
Dengan integrasi ini, layanan jantung berstandar internasional dapat diakses peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Akses layanan menjadi lebih terbuka bagi masyarakat luas.
Dalam sambutan daringnya, Wamenkes Dante menilai langkah ini sebagai tonggak penting. Sistem kesehatan nasional dinilai semakin kuat, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik.
Dia menggambarkan rumah sakit sebagai organ vital. Sementara BPJS Kesehatan diibaratkan sebagai penopang utama layanan. Tanpa pembiayaan yang kuat, teknologi medis tidak akan berjalan optimal.
Penyakit Jantung Masih Dominan
Penguatan layanan jantung dinilai sangat mendesak. Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation menunjukkan lebih dari 600 ribu kematian terjadi setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular.
Angka tersebut menunjukkan sekitar sepertiga kematian di Indonesia disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Fasilitas Modern dan Layanan Lengkap
RS KEI telah beroperasi sejak November 2025. Rumah sakit ini termasuk kategori khusus jantung kelas A.
Sebanyak 1.053 pasien telah dilayani. Akreditasi Paripurna telah diraih sebagai standar mutu layanan.
Berbagai teknologi canggih digunakan. Di antaranya cathlab, ruang operasi hybrid, CT scan hingga MRI. Prosedur kompleks seperti penggantian katup mitral dapat dilakukan di fasilitas ini.
Fasilitas tersebut kini dapat dimanfaatkan peserta JKN. Layanan berkualitas tinggi tidak lagi terbatas bagi kalangan tertentu.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan menilai RS KEI memiliki peran penting. Hambatan geografis dalam layanan jantung dapat dikurangi.
Penanganan pasien dinilai bisa lebih cepat. Waktu menjadi faktor krusial dalam kasus penyakit jantung.
Empat hal strategis juga disampaikan kepada manajemen RS KEI. Fokus diarahkan pada peningkatan mutu layanan, digitalisasi, penguatan rujukan, dan pelayanan yang humanis.
Pembiayaan penyakit jantung dipandang sebagai investasi. Dampaknya berkaitan dengan produktivitas masyarakat.
Hasil Kerja Sama Internasional
RS KEI dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab. Program tersebut merupakan bagian dari Zayed Humanitarian Legacy Initiative.
Rumah sakit ini memiliki kapasitas 100 tempat tidur. Peresmiannya dilakukan Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 19 November 2025.
Operasional rumah sakit didampingi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Pendampingan dilakukan untuk menjaga mutu layanan.
RS KEI diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung. Wilayah yang dilayani mencakup Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.
Pemerintah berharap integrasi ini memperluas akses layanan kesehatan. Pemerataan kualitas layanan diharapkan meningkat.
Selain itu, angka kematian akibat penyakit kardiovaskular diharapkan dapat ditekan.





