Home Daerah Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya Soroti Disfungsi Trotoar yang Mengganggu Pejalan Kaki

Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya Soroti Disfungsi Trotoar yang Mengganggu Pejalan Kaki

Koordinator Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya Asep Kustiana Soroti Disfungsi Trotoar di Kota Tasikmalaya. -Ist/Radar Tasikmalaya Group-

RADARCIAMIS.COM — Disfungsi trotoar di Kota Tasikmalaya mendapatkan sorotan tajam dari Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya.

Wajah trotoar di sejumlah ruas jalan utama Kota Tasikmalaya menjadi sorotan Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya.

Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya menilai keberadaan pohon-pohon besar di tengah trotoar dinilai semakin mengganggu kenyamanan hingga membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Koordinator Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya Asep Kustiana, menilai penghijauan kota memang memiliki peran penting sebagai peneduh sekaligus mempercantik kawasan perkotaan.

BACA JUGA: Sambut Lonjakan Penumpang Bogor Line, KAI Perpanjang Peron Stasiun Bogor

Namun menurutnya, penataan yang kurang tepat justru membuat fungsi utama trotoar perlahan bergeser dari ruang aman pejalan kaki menjadi jalur yang menyulitkan warga saat melintas.

“Keberadaan pohon di trotoar memang sangat penting untuk peneduh dan memperindah kawasan kota. Namun penataannya juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu hak pejalan kaki,” ujar Asep kepada Radar Tasikmalaya Group, Selasa (19/5/2026).

Asep Kustiana menjelaskan, keberadaan pohon di trotoar seharusnya tetap memperhatikan hak pejalan kaki agar fasilitas publik tersebut bisa digunakan secara optimal tanpa hambatan.

Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya menilai persoalan trotoar yang terhalang pohon besar tidak hanya ditemukan di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya.

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah ruas jalan lain seperti Jalan Dadaha, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Ir H Juanda, hingga kawasan pertokoan dan fasilitas publik lainnya.

Di beberapa titik, akar pohon disebut sudah muncul ke permukaan dan merusak konstruksi pedestrian.

Menurut Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya, jalur pejalan kaki menjadi sempit, bergelombang, dan sulit dilalui masyarakat.

Asep Kustiana menilai, kondisi tersebut membuat sebagian pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan karena kesulitan melintasi trotoar yang rusak dan terhalang pohon.

Situasi itu dinilai sangat berisiko, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan akses pedestrian aman dan ramah pengguna.

Ironisnya, fasilitas yang seharusnya memberikan perlindungan bagi pejalan kaki justru membuat warga harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Trotoar itu dibangun untuk fasilitas publik. Kalau kondisinya rusak dan terhalang pohon besar, tentu fungsi utamanya jadi tidak maksimal. Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi dan penataan ulang,” ujarnya.

Sorotan paling mencolok, kata Asep, terlihat di area depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya.

Jalur pedestrian di kawasan tersebut dipenuhi pohon berukuran besar yang tumbuh di tengah trotoar, ditambah kondisi beberapa bagian trotoar yang sudah mengalami kerusakan.

Akibatnya, ruang gerak masyarakat semakin terbatas dan fungsi trotoar sebagai fasilitas publik dinilai tidak berjalan maksimal.

Asep menegaskan, pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi dan penataan ulang agar fasilitas pedestrian kembali nyaman digunakan masyarakat.

Meski demikian, ia menekankan bahwa penataan ulang pohon bukan berarti melakukan penebangan secara sembarangan.

Menurutnya, pemerintah tetap dapat menjaga estetika kota dan ruang hijau tanpa mengorbankan hak dasar warga untuk berjalan kaki dengan aman dan nyaman.

Ia berharap keseimbangan antara penghijauan kota, estetika kawasan, dan kenyamanan masyarakat bisa tetap terjaga melalui penataan yang lebih baik.

Dengan demikian, trotoar di Kota Tasikmalaya dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga.

“Kami berharap ada penataan yang lebih baik agar keseimbangan antara estetika kota, ruang hijau, dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

“Dengan begitu trotoar bisa kembali berfungsi aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga,” kata Asep Kustiana berharap. (ujang nandar)