
RADARCIAMIS.COM— Lebih dari 38 ribu warga belum bekerja, Pemkab Tasikmalaya kebut penurunan pengangguran melalui penguatan pelatihan dan menarik investasi baru.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat berbagai strategi untuk menekan angka pengangguran yang pada 2025 masih berada di kisaran lebih dari 38 ribu orang.
Dari total sekitar 1,9 juta penduduk Kabupaten Tasikmalaya, puluhan ribu warga tercatat belum memiliki pekerjaan tetap.
Melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah program yang difokuskan pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan lapangan pekerjaan, hingga penguatan kerja sama dengan dunia industri.
BACA JUGA: Termasuk Unsil, SMMPTN-Barat 2026 Dibuka Resmi, Tersedia Lebih dari 20 Ribu Kursi PTN
Kepala DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya dr H Faisal Seoparianto MSi menjelaskan, angka pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya sebenarnya menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap memandang persoalan tersebut sebagai tantangan serius yang harus terus ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu langkah utama yang saat ini diperkuat adalah program pelatihan vokasi dan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, termasuk melalui skema kerja sama dengan IM Japan.
“Langkah ini sebagai upaya untuk penyerapan tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran di Kabupaten Tasikmalaya bisa ditekan,” ungkap Faisal.
Program tersebut dijalankan bersama berbagai lembaga pelatihan seperti Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Latihan Kerja (BLK), serta mitra pelatihan lainnya.
Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci penting untuk memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran di daerah.
Selain fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemerintah daerah juga terus membuka peluang investasi baru agar semakin banyak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tasikmalaya.
Kehadiran investor dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu investasi yang tengah dipersiapkan yakni pembangunan Rumah Sakit Persis di wilayah Ciawi, Tasikmalaya Utara.
Proyek tersebut diproyeksikan dapat menyerap cukup banyak tenaga kerja lokal.
Pemerintah daerah juga rutin menggelar job fair secara daring maupun luring untuk mempertemukan para pencari kerja, mulai dari lulusan SMA, SMK hingga perguruan tinggi, dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Tak hanya itu, DPM-PTSP-TK turut membentuk tim kerja daerah vokasi guna meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Pelatihan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada sektor formal, tetapi juga sektor UMKM dan ekonomi kreatif seperti kerajinan bambu hingga keterampilan bordir dan menjahit.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan kerja yang lebih kompetitif sehingga dapat terserap di perusahaan maupun membuka usaha mandiri.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPM-PTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, Heri Susanto menambahkan, pemerintah daerah menargetkan penurunan angka pengangguran hingga 30 persen.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya juga akan memperkuat kolaborasi dengan 136 SMK di Kabupaten Tasikmalaya.
Kerja sama itu diarahkan pada pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) dan pelatihan bahasa Jepang melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Program tersebut diproyeksikan membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang, setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
“Jadi selain upaya dan program yang sudah dilaksanakan tersebut diatas, juga dinas akan melakukan MoU atau kerjasama dengan 136 SMK, agar ada BKK yang melatih untuk latihan bahasa Jepang melalui ekskul agar lulusan SMK ketika lulus bisa didorong kerja ke luar negeri,” tambah Heri. (diki setiawan)




