RADARCIAMIS.COM – Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut.
Program tersebut dilakukan untuk memperluas peluang kerja sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi desa.
Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan dipilih karena memiliki kawasan hutan sosial sekitar 160 hektare.
Wilayah itu juga didukung ekosistem usaha lokal dan komitmen pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis.
Program tersebut juga dirancang untuk membuka peluang usaha berkelanjutan sesuai potensi desa.
Yassierli meminta pemerintah desa menyiapkan data peserta pelatihan agar program segera berjalan.
Menurutnya, konsep pelatihan dibuat terintegrasi dari hulu sampai hilir.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memperoleh kemampuan kerja namun kesempatan membangun usaha sendiri.
Fokus pada Kopi, Hortikultura dan Pariwisata
Pelatihan akan mencakup sektor agroforestry. Materinya meliputi budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting hingga pelatihan barista.
Selain itu, Kemnaker menyiapkan pelatihan hortikultura. Program tersebut meliputi budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif.
Di bidang pariwisata, peserta akan mendapatkan materi hospitality dan tour guide. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan wisata alam dan pertanian di Kabupaten Garut.
Didorong Jadi Desa Percontohan
Yassierli berharap Desa Karamatwangi dapat menjadi desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry.
Program tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat desa.
Dia menilai potensi desa dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila seluruh proses usaha berjalan terintegrasi.
Pelatihan Sudah Berjalan Sejak 2025
Sebelumnya, Kemnaker telah menjalankan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta pada periode 2025 hingga 2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan.
Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui budidaya kopi. Sementara di Desa Cipaganti, pelatihan difokuskan pada penyangraian biji kopi.
Program kemudian dilanjutkan pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang. Fokus pelatihan mencakup budidaya, pascapanen, hingga roasting kopi.



