RADARCIAMIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga yang menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Posisi yang sebelumnya ditempati Dadan Hindayana, Sony Sanjaya dan Ludewijk Pusung kini diisi Nanik S Deyang, Mayjen TNI Trenggono dam Agustina Arumsari.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pergantian tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi selama sekitar satu setengah tahun sejak BGN dibentuk.

Menurutnya, presiden menemukan sejumlah catatan terkait kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur, tata kelola lembaga dan pengawasan kualitas makanan yang menjadi tanggung jawab BGN.

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal.

Kepemimpinan baru diharapkan segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah agar program dapat berjalan lebih efektif.

Nanik S Deyang, Mantan Jurnalis yang Kini Pimpin BGN

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Dia memiliki latar belakang pendidikan di bidang sains dan kehutanan.

Nanik meraih gelar Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister bidang kehutanan di Universitas Gadjah Mada.

Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.

Selama berkiprah di dunia jurnalistik, ia pernah bekerja di sejumlah media nasional seperti Realita, Indonesia Business Today dan Majalah Ekonomi Prospektif.

Namanya semakin dikenal setelah memegang berbagai posisi strategis di industri media. Dia pernah menjabat CEO Kresna Media Komunika dan Direktur MNC Group.

Kontribusinya di dunia pers mendapat sejumlah penghargaan, termasuk Number One Press Card dari PWI pada 2014 serta penghargaan The Best Inspirator pada 2024.

Aktif di Politik dan Pemerintahan

Pengalaman panjang di dunia jurnalistik membuat Nanik banyak terlibat dalam isu sosial, ekonomi dan politik.

Dia mulai dikenal di dunia politik ketika bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden 2019.

Saat itu Nanik menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur.

Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam pemerintahan.

Dia sempat bertugas di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Pada Juni 2025, Nanik dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Selanjutnya, ia menjabat Wakil Kepala BGN pada September 2025 sebelum akhirnya dipercaya menempati posisi pimpinan baru di lembaga tersebut.

Mayjen TNI Trenggono, Perwira Kopassus yang Berpengalaman

Mayjen TNI Trenggono lahir pada 21 November 1969. Dia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri yang berafiliasi dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Latar belakang militer tersebut menjadi fondasi perjalanan kariernya hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal TNI.

Selama bertugas di TNI Angkatan Darat, Trenggono menempati berbagai posisi penting, baik di bidang operasional maupun pendidikan militer.

Pada periode 2023 hingga 2024, ia menjabat Direktur Umum Akademi Militer.

Setelah itu, ia memperoleh kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal TNI dan mendapat tugas sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Tahun 2025, ia dipercaya menjadi Staf Khusus Panglima TNI.

Berpengalaman di Bidang Pangan

Sebelum bergabung dengan BGN, Trenggono juga mendapatkan amanah sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan sektor pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu kegiatannya adalah meninjau pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Nusa Tenggara Barat.

Pengalaman tersebut dinilai sejalan dengan tugas BGN yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Kini Trenggono dipercaya menjadi Wakil Kepala BGN untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

Agustina Arumsari, Ahli Pengawasan dan Investigasi

Agustina Arumsari memiliki rekam jejak panjang di bidang pengawasan keuangan negara.

Dia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dengan pendidikan Diploma III yang diselesaikan pada 1992 dan Diploma IV pada 1998.

Agustina kemudian melanjutkan studi Magister Hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada 2014.

Kariernya dimulai sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat.

Miliki Banyak Sertifikasi Profesional

Sepanjang kariernya, Agustina menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan BPKP.

Dia pernah menjabat Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017, Direktur Investigasi III pada 2019 serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada 2020.

Pada Februari 2025, Agustina dilantik sebagai Wakil Kepala BPKP.

Selain pengalaman birokrasi, ia juga memiliki banyak sertifikasi profesional. Di antaranya Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA) hingga Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE).

Sejumlah sertifikasi lain juga berhasil diraih, seperti Certified Internal Audit Executive (CIAE), Certified Risk Professional (CRP), Certified Risk Executive Leader (CREL), Certified Government Risk Executive (CGRE), dan Fraud Risk Management Professional (FRMP).

Dengan pengalaman tersebut, Agustina dipercaya mendampingi Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkuat tata kelola lembaga sekaligus mendukung keberhasilan program-program strategis pemerintah di bidang gizi dan ketahanan pangan.