RADARCIAMIS.COM – Pemerintah Kabupaten Sumedang menghadirkan terobosan mutakhir dalam mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui integrasi teknologi dan pusat komando (command center), masyarakat kini memiliki akses untuk melakukan pengawasan secara langsung dan transparan.
Saat menyambut kehadiran Dahlan Iskan di Command Center Pemkab Sumedang, Bupati Sumedang Dr Dony Ahmad Munir menjelaskan teknologi ini memungkinkan orang tua memantau secara harian jenis makanan, variasi menu hingga rincian kandungan gizi yang dikonsumsi anak-anak mereka.
Digitalisasi program MBG ini terbukti mampu meningkatkan kepercayaan orang tua serta para penerima manfaat.
Dalam implementasinya, setiap sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengunggah dokumentasi foto menu makanan yang mereka bagikan kepada siswa.
Pengawasan Bersama Lewat Chatbot WhatsApp
Masyarakat dapat mengakses seluruh informasi tersebut melalui dashboard khusus yang terhubung dengan Chatbot WhatsApp.
Dony Ahmad Munir menekankan sistem ini menciptakan ruang pengawasan kolektif yang sangat transparan.
Menurutnya, keterbukaan ini memberikan rasa tenang bagi orang tua karena pihak penyedia makanan atau SPPG akan berlomba-lomba menyajikan kualitas menu terbaik.
Bagi pihak pemerintah daerah, keberadaan dashboard ini berfungsi sebagai alat pemantau data realisasi distribusi makanan serta pencapaian program secara menyeluruh.
Saat ini tingkat realisasi penerima manfaat MBG di wilayah Sumedang telah menyentuh angka 86,62 persen.
Menekan Risiko Kecurangan dan Meningkatkan Kualitas
Pemanfaatan teknologi ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi sanggup menjadi solusi pengawasan yang efektif.
Sang Bupati menambahkan bahwa setiap warga Sumedang memiliki hak untuk melihat standar gizi yang anak-anak mereka terima sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
Sistem transparan ini juga bertujuan untuk meminimalisir potensi kecurangan (fraud) sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi fasilitas dapur SPPG.
Dony meyakini jika program MBG terlaksana dengan optimal, berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang bersumber dari pola makan dapat segera teratasi.





