RADARCIAMIS.COM – Bahan bakar minyak alias BBM Shell akan kembali dijual di sejumlah pom mulai Mei 2026.
Informasi tersebut diumumkan Shell Indonesia melalui akun media sosial resmi mereka pada Senin 11 Mei 2026.
Saat ini produk yang mulai tersedia secara bertahap baru varian Shell V-Power Diesel setelah sempat lama tidak tersedia di pasaran.
Distribusi dilakukan di sejumlah SPBU Shell yang berada di kawasan Jabodetabek.
Shell menjelaskan produk Shell V-Power Diesel kembali dipasarkan secara bertahap di jaringan SPBU mereka.
Harga Shell V-Power Diesel Tembus Rp30 Ribu per Liter
Berdasarkan informasi dari laman resmi Shell, harga Shell V-Power Diesel saat ini berada di angka Rp 30.890 per liter mengikuti penyesuaian harga pasar.
Tercatat ada sekitar 33 SPBU Shell di wilayah Jabodetabek yang kembali mengaktifkan layanan pengisian BBM setelah sempat mengalami kekosongan stok dalam waktu cukup lama.
Meski begitu, layanan bisnis lain milik Shell seperti Shell Recharge, deli2go, Shell Select, hingga bengkel di area SPBU tetap beroperasi normal selama periode kekosongan BBM berlangsung.
Harga BBM Pertamina Masih Lebih Terjangkau
Sementara itu, harga BBM milik Pertamina hingga 11 Mei 2026 terpantau belum mengalami perubahan.
Sebelumnya, pada pertengahan April 2026, Pertamina sempat menaikkan harga beberapa BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Ketiga produk tersebut termasuk kategori BBM keekonomian sehingga harga jualnya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.
Saat ini Pertamax Turbo dipasarkan dengan harga Rp 19.200 per liter. Kemudian Dexlite dijual Rp 26.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex berada di angka Rp 27.900 per liter.
Jika dibandingkan dengan BBM milik operator swasta, harga bahan bakar Pertamina masih relatif lebih murah.
Pilih BBM Sesuai Spesifikasi Kendaraan
Pemilihan BBM sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan. Kendaraan yang direkomendasikan menggunakan BBM RON92 misalnya, tidak selalu harus memakai RON95 atau RON98.
Penggunaan BBM dengan oktan lebih tinggi tanpa kebutuhan mesin yang sesuai dinilai kurang efisien dari sisi pengeluaran.
Hal serupa juga berlaku untuk kendaraan diesel. Jenis solar yang digunakan perlu disesuaikan dengan tingkat kompresi mesin agar performa kendaraan tetap optimal.
Di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil, banyak pengguna kendaraan mulai mempertimbangkan efisiensi pengeluaran bahan bakar sehari-hari.
Karena itu, penilaian mengenai BBM mana yang lebih worth it kembali bergantung pada kebutuhan kendaraan, kualitas bahan bakar, dan kemampuan finansial masing-masing pengguna.



