RADARCIAMIS.COM— Start dari posisi 20, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama bersinar di Moto3 Catalunya 2026 tembus finis 8 besar dan makin diperhitungkan di Moto3.
Penampilan impresif kembali ditunjukkan Veda Ega Pratama pada ajang Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu, 17 Mei 2026.
Pembalap muda Indonesia itu sukses mencuri perhatian setelah finis di posisi kedelapan meski harus memulai balapan dari urutan ke-20.
Hasil tersebut membuat Veda mendapat sorotan positif dari media Italia, termasuk GP One yang menilai penampilan rider Honda Team Asia itu sebagai salah satu performa rookie terbaik dalam balapan tersebut.
Veda sebelumnya gagal menembus sesi Q2 saat kualifikasi sehingga harus start dari barisan belakang.
Namun kondisi itu tidak membuat pembalap asal Gunungkidul tersebut kehilangan semangat bertarung.
Sejak lap awal, Veda tampil agresif dan konsisten di tengah ketatnya persaingan khas Moto3 yang dipenuhi aksi saling salip antarpembalap.
Perlahan namun pasti, ia mampu merangsek ke grup tengah sebelum akhirnya menembus posisi 10 besar.
GP One menyoroti performa solid Veda yang dinilai mampu tampil efektif sepanjang balapan.
Media tersebut menyebut pembalap Indonesia itu menjadi rider Honda terbaik pada balapan Moto3 Catalunya 2026 setelah berhasil finis di posisi kedelapan dari start posisi ke-20.
Media Italia GP One menulis “Balapan solid ditunjukkan rookie Pratama di posisi ke-8, memulai dari posisi ke-20 dan menjadi yang terbaik di antara pembalap Honda hari ini.”
Selain Veda, perhatian juga tertuju kepada Hakim Danish yang tampil konsisten sepanjang akhir pekan.
Pembalap asal Malaysia tersebut berhasil finis di posisi ketujuh setelah menunjukkan kecepatan kompetitif sejak sesi latihan bebas hingga balapan utama.
Sementara itu, gelar juara Moto3 Catalunya 2026 berhasil diraih Maximo Quiles dari Aspar Team.
Quiles keluar sebagai pemenang usai mencatat waktu tercepat dan unggul tipis atas Alvaro Carpe serta David Munoz yang melengkapi podium.
Meski para pembalap podium tampil dominan, performa Veda tetap menjadi salah satu cerita paling menarik sepanjang balapan.
Konsistensinya dalam menembus barisan depan membuat namanya semakin diperhitungkan di level internasional.
Apresiasi terhadap penampilan Veda juga datang dari sejumlah figur penting di paddock Moto3.
Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menilai Veda menunjukkan mental bertarung yang kuat karena mampu tetap fokus meski memulai lomba dari posisi belakang.
Aoyama melihat kemampuan Veda menjaga konsentrasi di tengah balapan yang berlangsung ketat sebagai modal besar untuk perkembangan kariernya di masa depan.
Pujian serupa juga datang dari pembalap Red Bull KTM Tech3, Valentin Perrone.
Rider asal Argentina itu mengakui persaingan di Moto3 musim ini berjalan sangat kompetitif dan memberi tekanan besar di setiap lap.
Perrone yang sempat bersaing langsung dengan Veda dalam perebutan posisi menilai duel-duel ketat di lintasan membuat seluruh pembalap terus berkembang dan belajar.
Di sisi lain, Maximo Quiles juga menyoroti ketatnya persaingan Moto3 musim ini, termasuk duel dengan Veda Pratama di beberapa momen balapan.
Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar itu disebut semakin termotivasi menjaga performa demi mempertahankan peluang meraih kemenangan di setiap seri.
Persaingan langsung dengan para pembalap papan atas menjadi bukti bahwa Veda mulai mendapat tempat dalam peta persaingan Moto3 dunia.
Musim 2026 pun menjadi periode penting bagi perkembangan karier pembalap muda Indonesia tersebut.
Dari enam seri yang sudah berlangsung, Veda tercatat mampu lima kali finis di posisi 10 besar.
Catatan konsisten itu membuat nama Veda Ega Pratama semakin dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial yang dimiliki Indonesia di pentas balap motor internasional.



