RADARCIAMIS.COM – Kementerian Kesehatan RI mulai memperkenalkan Nutri-Level sebagai pendekatan baru dalam kampanye kesehatan masyarakat dengan mendorong pola hidup sehat menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Melansir laman Infopublik.id, program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kebijakan pemerintah, tetapi juga sebagai gerakan nasional yang dekat dengan keseharian masyarakat terutama generasi muda.

Nutri-Level merupakan sistem penilaian kandungan nutrisi pada makanan dan minuman olahan menggunakan kode warna dan huruf agar masyarakat lebih mudah memahami tingkat kesehatan suatu produk.

Sistem tersebut dibagi ke dalam empat kategori mulai dari Level A berwarna hijau tua hingga Level D berwarna merah.

Produk dengan kategori A menunjukkan kandungan gizi yang lebih baik, sedangkan Level D menandakan kadar gula, garam, dan lemak yang perlu dibatasi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan itu lahir dari tingginya ancaman penyakit tidak menular di Indonesia.

Menurutnya, stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal masih menjadi penyebab utama kematian usia muda.

“Gula, garam, lemak itu sangat berpengaruh by scientific proof untuk stroke, jantung, ginjal. Kalau kita bisa menurunkan konsumsi gula, garam, lemak ke level normal, insyaallah teman-teman enggak ada yang usianya di bawah 76 tahun,” ujar Menkes.

Kemenkes juga menyoroti meningkatnya kasus diabetes di Indonesia yang kini mencapai sekitar 11,3 persen populasi atau sekitar 30 juta penduduk.

Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena diabetes dapat memicu komplikasi berat seperti gagal ginjal hingga kebutuhan cuci darah.

Hidup Sehat Ingin Dijadikan Tren Anak Muda

Menkes menilai keberhasilan program kesehatan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah tanpa dukungan masyarakat.

“Program kesehatan akan berhasil kalau dilakukan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat. Program kesehatan yang baik itu bukan sekadar program, tetapi harus berbentuk gerakan atau movement,” katanya.

Karena itu, Nutri-Level dirancang agar lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat dan mudah diterima generasi muda.

Peluncuran program di pusat perbelanjaan disebut menjadi simbol bahwa hidup sehat harus hadir di ruang publik dan menjadi bagian dari tren sosial.

Menkes juga menilai pendekatan gaya hidup sehat perlu dikemas dengan konsep yang relevan dengan budaya anak muda saat ini.

“Cara yang paling bagus adalah menjadikan ini the new lifestyle, menjadikan ini FOMO, menjadikan bahwa hidup sehat is cool. Program kesehatan yang baik adalah ketika ownership untuk hidup sehat ada di individunya,” tegasnya.

Ia mencontohkan perubahan sederhana di kalangan anak muda seperti mulai beralih dari minuman tinggi gula ke pilihan yang lebih sehat seperti americano atau espresso tanpa tambahan gula berlebih.

Melalui Nutri-Level, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nutrisi sehat dapat menjangkau lebih dari 280 juta penduduk Indonesia.

Kemenkes juga ingin membangun budaya baru bahwa menjaga kesehatan bukan lagi kewajiban yang berat, melainkan bagian dari identitas modern masyarakat melalui gerakan Nutri-Level.