RADARCIAMIS.COM – Pemerintah menetapkan kebijakan Pajak Penghasilan alias PPh final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung dunia literasi dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri kreatif berbasis pengetahuan.

Pemerintah menilai keberadaan penulis memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa melalui karya dan gagasan yang dihasilkan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limasento menyampaikan berbagai gagasan besar yang membawa perubahan sering lahir dari sebuah tulisan.

Karena itu, pemerintah menghadirkan kebijakan PPh final royalti sebesar 1,5 persen sebagai bentuk dukungan terhadap para penulis agar dapat terus berkarya secara produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut juga bertujuan memperkuat ekosistem literasi nasional sekaligus mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Masuk Paket Stimulus Semester II 2026

Haryo menjelaskan bahwa insentif perpajakan tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah untuk Semester II tahun 2026.

Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi pekerja kreatif di bidang literasi untuk berkembang dan menghasilkan karya berkualitas.

Selain itu, pemerintah berharap sektor kreatif berbasis pengetahuan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan nasional.

Investasi untuk Masa Depan Bangsa

Pemerintah memandang dukungan terhadap dunia literasi tidak hanya berkaitan dengan kebijakan ekonomi jangka pendek.

Menurut Haryo, perhatian terhadap kesejahteraan penulis merupakan investasi intelektual dan kebudayaan yang penting bagi masa depan generasi mendatang.

Dengan semakin baiknya ekosistem literasi, peluang lahirnya karya-karya berkualitas dari penulis Indonesia diharapkan semakin besar.

Ajak Semua Pihak Kawal Implementasi

Pemerintah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbitan, komunitas penulis, dan masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut.

Pelaksanaan stimulus diharapkan berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran. Dengan demikian, kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi industri kreatif berbasis pengetahuan.

Haryo menegaskan bahwa dukungan terhadap dunia literasi merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi perkembangan bangsa di masa depan.