RADARCIAMIS.COM – Pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi kuat dan stabil.

Dilansir dari laman Infopublik.id, keyakinan tersebut disampaikan seiring upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.

Kondisi ini dinilai menjadi penopang utama stabilitas perekonomian Indonesia ke depan.

PEMERINTAH FOKUS JAGA PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus menjaga agar ekonomi nasional terus tumbuh dan menguat.

Ia menyampaikan bahwa penguatan fondasi ekonomi menjadi tugas utama yang terus dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau kita lihat, kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi aja. Supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat,” kata Menkeu di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemerintah juga meyakini kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE-SDA) akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Kombinasi antara fondasi ekonomi yang solid dan peningkatan pasokan devisa dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Purbaya menilai kebijakan tersebut turut berdampak pada penguatan sektor keuangan nasional secara keseluruhan.

Peningkatan likuiditas dan pengawasan terhadap devisa ekspor diharapkan membuat sistem keuangan lebih tangguh menghadapi tekanan global.

Ia juga optimistis kebijakan DHE-SDI akan memberikan sentimen positif bagi pasar dan investor.

Menurutnya, kekuatan fundamental ekonomi akan menjadi penentu utama arah pergerakan nilai tukar rupiah.

“Yang menjadi kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi agar terus berjalan dan semakin kuat. Pada akhirnya, kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya,” ujar Menkeu Purbaya.

Pemerintah menilai fluktuasi nilai tukar dalam jangka pendek kerap dipengaruhi sentimen dan rumor pasar.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengubah fakta bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam posisi yang kuat.

Selain itu, implementasi kebijakan DHE-SDI diyakini akan memperkuat pasar valuta asing domestik.

Kebijakan ini mendorong peningkatan devisa melalui penempatan hasil ekspor sumber daya alam di sistem keuangan dalam negeri.

Dengan bertambahnya pasokan devisa, likuiditas valas diperkirakan semakin kuat dan mendukung stabilitas rupiah.

Pemerintah juga memperkirakan dampak awal kebijakan tersebut akan mulai terlihat dalam waktu dekat.

“Seharusnya dalam waktu dekat dampaknya kebijakan DHE-SDI mulai terlihat. Ketika sentimen yang berkembang di pasar mulai mereda, didukung oleh masuknya devisa hasil ekspor ke dalam negeri, maka rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat,” kata Purbaya.

Pemerintah menilai kebijakan DHE-SDI merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan memastikan manfaat ekspor dapat lebih besar dirasakan oleh perekonomian nasional.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai otoritas untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan.

Dengan fondasi yang kuat serta dukungan kebijakan yang konsisten, Indonesia dinilai memiliki modal kuat menghadapi ketidakpastian global.