
RADARCIAMIS.COM— Solid di lini belakang dan berbahaya lewat serangan balik, Persijap Jepara berpotensi menjadi batu sandungan Persib Bandung di pekan pamungkas.
Persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2025/26 akhirnya memasuki titik penentuan.
Teka-teki siapa yang akan mengangkat trofi musim ini dipastikan baru akan terjawab pada pekan ke-34 atau laga pamungkas akhir pekan nanti.
Di tengah posisi nyaman sebagai pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung justru dihadapkan pada tantangan yang tidak bisa dianggap remeh.
Lawan mereka di partai terakhir, Persijap Jepara, berpotensi menjadi pengganggu terbesar dalam misi Maung Bandung mengamankan mahkota juara.
Pertandingan penentu tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5).
Meski di atas kertas Persib lebih diunggulkan, performa Persijap dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan.
Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu baru saja mencuri perhatian setelah sukses menahan imbang Borneo FC Samarinda tanpa gol pada pekan ke-33.
Hasil tersebut bukan hanya membuat peluang Borneo FC dalam perebutan gelar semakin menipis, tetapi juga memperlihatkan kualitas permainan Persijap yang semakin matang.
Sebagai tim promosi musim ini, Persijap tampil melampaui ekspektasi. Mereka perlahan berkembang menjadi tim underdog yang disegani, terutama setelah mampu merepotkan sejumlah klub papan atas dalam beberapa laga terakhir.
Dalam dua pertandingan terakhir, Persijap mencatatkan hasil impresif lewat kemenangan telak 3-0 atas Persita Tangerang di laga tandang, sebelum menahan Borneo FC dengan skor kacamata.
Perkembangan performa tersebut tidak lepas dari mental bertanding yang semakin kuat.
Dengan mengandalkan disiplin permainan, kerja keras, serta dukungan penuh publik Jepara, Persijap mampu tampil percaya diri menghadapi tim-tim dengan materi pemain yang lebih mewah. Hingga pekan ke-33, mereka bertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 35 poin.
Pelatih Persijap, Mario Lemos, menilai laga kontra Persib memang memiliki arti penting dalam perebutan gelar musim ini.
Namun, ia menegaskan timnya tetap fokus menjaga disiplin permainan dan menunjukkan karakter tim hingga akhir kompetisi.
Mario Lemos mengungkapkan bahwa Persijap datang tanpa tekanan, tetapi memiliki motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif.
Situasi tersebut membuat Persijap mulai dikenal sebagai salah satu penentu persaingan papan atas musim ini.
Kekuatan utama mereka terletak pada soliditas lini pertahanan yang tampil konsisten sepanjang beberapa pekan terakhir.
“Kami tahu pertandingan ini sangat penting bagi perebutan gelar juara. Tapi fokus kami tetap sama, yaitu bermain dengan disiplin, menunjukkan karakter tim, dan memberikan perlawanan terbaik. Persijap datang tanpa tekanan, namun dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif,” ujar pelatih Persijap, Mario Lemos.
Saat menghadapi Borneo FC, organisasi permainan Persijap terlihat sangat rapi.
Gelombang tekanan dari tim tamu mampu dipatahkan melalui disiplin tinggi di lini belakang, ditambah penampilan gemilang penjaga gawang Muhammad Ardiansyah di bawah mistar.
Tidak hanya kuat dalam bertahan, Persijap juga memiliki ancaman serius melalui skema serangan balik cepat.
Kehadiran Carlos Franca dan Sudi Abdallah memberi dimensi berbeda dalam pola serangan Laskar Kalinyamat.
Dengan kondisi tanpa tekanan dan motivasi besar untuk menciptakan kejutan, Persijap diprediksi akan tampil lepas pada laga penutup musim nanti.
Sementara bagi Persib, duel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dipastikan menjadi ujian terakhir yang menentukan nasib mereka dalam perburuan trofi juara BRI Super League 2025/26.




