RADARCIAMIS.COM – Obesitas tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik. Kondisi ini juga menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung hingga stroke.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Kementerian Kesehatan menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan di Aula Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.
Kegiatan itu bertujuan mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan obesitas sejak dini melalui pola hidup sehat.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, sekitar 23,4 persen orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas.
BACA JUGA: Pemutakhiran DTSEN Berlanjut, Penerima Bansos Pasti Berubah, Ini Cara Cek Penerima Bansos Terabru
Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2018 yang berada di angka 21,3 persen.
Obesitas dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari biologis, lingkungan, hingga genetik. Karena itu, penanganannya membutuhkan langkah yang menyeluruh.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai obesitas berkaitan erat dengan risiko penyakit tidak menular yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Dia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, mengontrol berat badan dan rutin berolahraga agar masyarakat bisa hidup lebih sehat dan berumur panjang.
Menurutnya, kesehatan bukan hanya tanggung jawab rumah sakit atau pemerintah. Gaya hidup sehat harus menjadi kebiasaan setiap individu.
Edukasi Gizi Jadi Fokus Pemerintah
Pemerintah terus mendorong edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat dalam memilih makanan dan minuman sehat.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah penerapan pelabelan nutrisi pada produk makanan dan minuman.
BACA JUGA: Daftar Harga Tiket Nobar Persib vs Persija di GBLA, Termurah Rp 100 Ribu
Tujuannya agar masyarakat lebih mudah memahami kandungan gizi sebelum membeli produk.
Menkes menilai informasi gizi harus dibuat sederhana supaya masyarakat bisa menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.
Olahraga Harus Jadi Gaya Hidup
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga dianggap penting untuk mencegah obesitas.
Menkes mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, lari, badminton, hingga padel dinilai baik jika dilakukan rutin.
Menurutnya, yang terpenting adalah tubuh tetap aktif bergerak setiap hari.
Obesitas Jadi Tantangan Kesehatan Global
Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen menyebut obesitas merupakan persoalan kesehatan global yang membutuhkan kerja sama banyak pihak.
Dia menjelaskan obesitas dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses layanan kesehatan.
Karena itu, penanganannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat.
Dia juga menilai perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
BACA JUGA: Huawei Perkenalkan Tablet Terbaru MatePad Pro Max dengan Layar OLED 13,2 Inci
Kolaborasi Indonesia dan Denmark Diperkuat
Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan terus diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk.
Kolaborasi tersebut mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya obesitas dan diabetes.
Kegiatan ini juga diisi dengan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta.
Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat.
Masyarakat juga didorong mulai menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten.





