RADARCIAMIS.COM – Kebijakan penguatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam dinilai akan memperkuat perbankan nasional dan sektor keuangan Indonesia secara menyeluruh menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dilansir dari Infopublik.id, Purbaya menilai kebijakan tersebut memberi dampak positif khususnya bagi bank-bank yang tergabung dalam Himbara.
Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang mengatur penempatan DHE SDA mulai 1 Juni 2026.
Dalam aturan tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan dana hasil ekspor di bank-bank Himbara untuk memperkuat retensi devisa dalam negeri.
Peningkatan penempatan dana ini diharapkan memperbesar likuiditas valuta asing di sistem perbankan nasional.
DHE SDA Dorong Penguatan Likuiditas Perbankan
“Dampaknya ke Himbara sudah jelas. Mereka akan memiliki dolar lebih banyak dan kas yang lebih besar. Dalam sektor keuangan dikenal istilah cash is king. Dengan likuiditas yang lebih kuat, posisi bank-bank Himbara akan semakin kokoh,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Penempatan dana di dalam negeri dinilai akan meningkatkan kapasitas perbankan dalam membiayai sektor produktif dan aktivitas ekonomi nasional.
Selama ini sebagian dana ekspor disebut masih banyak tersimpan di luar negeri sehingga dampaknya ke ekonomi domestik belum maksimal.
“Sekarang uangnya ada di dalam negeri. Artinya tersedia dana yang lebih besar untuk membiayai dan menjadi bahan bakar bagi mesin-mesin perekonomian Indonesia,” katanya.
Kondisi ini juga dipandang akan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional melalui peningkatan cadangan likuiditas bank.
“Kebijakan ini memperkuat aturan DHE yang sebelumnya belum berjalan maksimal. Sekarang pengawasannya lebih detail sehingga kepatuhan dapat dipastikan,” ujarnya.
Purbaya menilai penguatan pengawasan menjadi kunci agar implementasi kebijakan DHE berjalan efektif di seluruh sektor terkait.
“Dampaknya harusnya positif bagi bank, positif bagi perekonomian, dan pada akhirnya memperkuat sektor finansial Indonesia,” kata Purbaya.



