
RADARCIAMIS.COM — Skuad Garuda kian diperhitungkan di level Asia usai tampil impresif di jalur kualifikasi, sementara peluang bertemu rival kuat Asia Tenggara dalam fase grup Piala Asia 2027 membuka babak baru rivalitas kawasan.
Langkah Timnas Indonesia menuju panggung besar Asia semakin dekat.
Di tengah persiapan intens menghadapi kalender internasional yang padat, perhatian publik sepak bola nasional kini tertuju ke Riyadh, Arab Saudi, tempat drawing Piala Asia 2027.
Momen tersebut menjadi penentu awal perjalanan skuad Garuda dalam mengarungi turnamen paling bergengsi antarnegara di Benua Kuning.
BACA JUGA: Huawei Perkenalkan Tablet Terbaru MatePad Pro Max dengan Layar OLED 13,2 Inci
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 4 Februari 2027 itu akan menghadirkan 24 negara terbaik Asia yang terbagi ke dalam enam grup.
Dari komposisi pot yang telah dirilis berdasarkan ranking FIFA terbaru, Indonesia menempati Pot 4 bersama Kirgistan, Korea Utara, Kuwait, Singapura, serta pemenang playoff Lebanon kontra Yaman.
Posisi tersebut membuat tim Merah Putih hampir pasti bertemu lawan-lawan tangguh dari Pot 1 hingga Pot 3.
Namun, sorotan terbesar justru mengarah pada Pot 3, yang dihuni dua rival klasik Asia Tenggara, Thailand dan Vietnam.
Situasi ini membuka peluang besar terciptanya duel sarat gengsi antarwakil ASEAN di fase grup.
Jika hasil undian mempertemukan Indonesia dengan Thailand, laga itu diyakini akan menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti.
Bukan tanpa alasan, generasi baru Timnas Indonesia yang kini diperkuat Jay Idzes, Thom Haye, Calvin Verdonk, Kevin Diks, hingga Emil Audero belum pernah benar-benar mengukur kekuatan Thailand dalam pertandingan resmi bertaraf turnamen besar dengan komposisi skuad terbaik.
Bentrok tersebut akan menghadirkan nuansa rivalitas baru.
Indonesia datang dengan wajah berbeda—lebih matang, lebih berpengalaman, dan memiliki kedalaman skuad yang dinilai kompetitif di level Asia.
Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di liga elite Eropa membuat Garuda tak lagi dipandang sekadar kuda hitam, melainkan kekuatan baru yang patut diwaspadai.
Sementara jika dipasangkan dengan Vietnam, atmosfer persaingan juga dipastikan tak kalah panas.
Bedanya, Indonesia memiliki bekal psikologis yang lebih positif.
Dalam sejumlah pertemuan terakhir, skuad Garuda mampu menunjukkan dominasi, termasuk mencatat kemenangan meyakinkan di Hanoi.
Catatan itu menjadi indikator bahwa peta kekuatan di kawasan Asia Tenggara mulai mengalami pergeseran.
Performa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang memberi sinyal kuat bahwa mereka tengah memasuki fase kebangkitan.
Kiprah impresif di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi bukti nyata. Indonesia muncul sebagai satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil melangkah hingga putaran keempat, sekaligus memastikan tiket otomatis ke Piala Asia 2027.
Momentum tersebut mempertegas peningkatan kualitas skuad.
Jay Idzes tampil konsisten di kompetisi kasta tertinggi Italia, Calvin Verdonk berkembang di sepak bola Belanda, Kevin Diks membawa pengalaman dari level Bundesliga, Thom Haye mengasah kualitas di Super League, sementara Emil Audero menambah soliditas di sektor penjaga gawang lewat pengalaman panjangnya di Liga Italia.
Kombinasi pemain diaspora berpengalaman Eropa dengan talenta lokal terbaik membuat Indonesia kini menjadi tim yang mulai mendapat perhatian serius dari negara-negara elite Asia.
Garuda bukan lagi sekadar peserta, tetapi mulai dipandang sebagai tim yang berpotensi menciptakan kejutan.
Kini, publik sepak bola nasional menunggu hasil undian di Riyadh. Grup mana pun yang nantinya ditempati Jay Idzes dan kolega, satu hal yang pasti: Indonesia datang ke Piala Asia 2027 dengan ambisi yang lebih besar, kepercayaan diri yang lebih tinggi, serta keyakinan untuk menorehkan sejarah baru di level Asia.




