RADARCIAMIS.COM— Di saat sebagian pejabat memilih merayakan hari ulang tahun dengan seremoni dan pesta, Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra pilih bekerja.

Memasuki usia ke-52 pada Selasa, 12 Mei 2026, ia memilih tetap tenggelam dalam aktivitas pemerintahan dan mengesampingkan perayaan pribadi.

Bagi Diky, kondisi Tasikmalaya saat ini belum layak disikapi dengan euforia ataupun pesta ulang tahun.

Jabatan yang kini diembannya sebagai pelaksana harian wali kota dinilai menuntut kepekaan terhadap situasi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan.

BACA JUGA: Persib Waspadai PSM Makassar, H Umuh Muchtar Targetkan Dua Laga Sisa Jadi Penentu Gelar Juara

Diky menegaskan bahwa rasa syukur dan introspeksi diri jauh lebih penting dibandingkan perayaan seremonial.

Ia berharap sisa usianya dapat digunakan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama melalui pekerjaannya dalam membenahi Kota Tasikmalaya.

Di balik kesibukannya menjalankan roda pemerintahan, bulan Mei sebenarnya menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Diky Candra.

Ketiga anaknya, yakni Cindy Arlinda, Diffa Candra, dan Dzikri Candra, sama-sama lahir pada bulan yang sama.

Bahkan cucunya, Abba Zayd, juga merayakan ulang tahun di bulan Mei.

Namun suasana hangat keluarga itu untuk sementara harus tertunda.

Diky mengaku belum memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga karena masih harus fokus menjalankan tugas pemerintahan di Tasikmalaya.

Ia menyebut dirinya saat ini masih menjadi “milik” masyarakat Tasik yang membutuhkan perhatian dan kerja nyata dari pemerintah daerah.

Sikap sederhana Diky dalam memaknai ulang tahun turut dibenarkan sang istri, Rani Permayani.

Menurut Rani, sejak dulu suaminya memang tidak pernah nyaman dengan perayaan ulang tahun yang berlebihan dan lebih memilih didoakan dibanding menerima hadiah ataupun pesta khusus.

Rani juga mengungkapkan bahwa tahun ini tidak ada hadiah spesial yang disiapkan untuk sang suami.

Hal itu karena Diky memang tidak pernah meminta apa pun setiap hari ulang tahunnya tiba.

Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai kepala daerah sementara, keluarga hanya berharap Diky tetap diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan amanah memimpin Kota Tasikmalaya.

Terlebih, masih banyak persoalan yang menuntut perhatian serius pemerintah demi memperbaiki kondisi kota ke arah yang lebih baik.

“Yang terpenting mah bersyukur dan meminta ampun kepada Allah. Mudah-mudahan sisa umur ini bisa dipakai untuk hal yang bermanfaat. Saya lebih memilih bekerja karena masih banyak PR di Kota Tasik,” ujar Rani.