Home Gaya Hidup Buka Sampai Malam, Kuliner Legend Cirebon Mie Koclok Panjunan Jadi Favorit Wisatawan

Buka Sampai Malam, Kuliner Legend Cirebon Mie Koclok Panjunan Jadi Favorit Wisatawan

Mie Koclok Panjunan, kuliner legend Cirebon sejak 1959. -Radar Cirebon/Google-

RADARCIAMIS.COM – Di tengah menjamurnya kuliner modern, makanan tradisional khas daerah Mie Koclok tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Salah satu yang masih bertahan hingga kini adalah Mie Koclok Panjunan, kuliner legendaris yang sudah eksis sejak 1959.

Berlokasi di kawasan Panjunan, Cirebon, tempat makan ini masih ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Cita rasa autentik yang tetap dipertahankan selama puluhan tahun menjadi alasan utama mengapa mie koclok legendaris ini mampu bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat.

BACA JUGA: SPMB 2026 Permudah Akses Siswa Kurang Mampu, Peluang Lolos Jalur Afirmasi Capai 90 Persen

Kuah Santan Kental Jadi Ciri Khas

Dikutip dari Radar Cirebon, Mie Koclok Panjunan dikenal lewat kuah putih kental berbahan santan dan tepung maizena.

Meski tampil sederhana, rasa gurih dari kuah creamy tersebut menghadirkan sensasi berbeda dibandingkan sajian mie kuah pada umumnya.

Lokasinya juga berada tidak jauh dari Masjid Merah Panjunan, salah satu kawasan bersejarah di Kota Cirebon.

Nuansa tradisional di sekitar area tersebut membuat pengalaman menikmati semangkuk mie koclok terasa semakin khas dan autentik.

Seporsi mie koclok disajikan menggunakan mie kuning basah yang disiram kuah santan kental.

Isiannya cukup lengkap, mulai dari tauge, kol, telur rebus, suwiran ayam, daun bawang, hingga taburan bawang goreng yang menambah aroma gurih.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati porsi lebih besar, tersedia tambahan lontong yang bisa dipadukan dengan kuah khas mie koclok.

BACA JUGA: Lewat Fast Trex Xpora, BNI Dorong UKM Go Global dengan Pembiayaan Fleksibel

Perpaduan tekstur mie, sayuran, dan kuah santan creamy menjadi daya tarik utama bagi pecinta kuliner tradisional.

Aroma Daun Pisang Tambah Nikmat

Salah satu ciri khas yang masih dipertahankan hingga sekarang adalah penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan untuk dibawa pulang.

Aroma alami dari daun pisang disebut membuat rasa mie koclok semakin nikmat dan menghadirkan kesan tradisional yang kuat.

Tak sedikit pelanggan lama yang mengaku selalu rindu dengan cita rasa khas Mie Koclok Panjunan.

Bahkan, banyak wisatawan luar kota sengaja datang ke Cirebon hanya untuk mencicipi kuliner legendaris tersebut.

Harga Ramah di Kantong

Harga seporsi Mie Koclok Panjunan masih tergolong terjangkau, yakni sekitar Rp20 ribu hingga Rp22 ribu.

BACA JUGA: Diky Candra Gantikan Tugas Viman Alfarizi, Soal Plt Sekda Kota Tasikmalaya Ini Jadwal Pengumumannya  

Dengan rasa autentik dan porsi yang cukup mengenyangkan, harga tersebut dinilai sepadan oleh para pelanggan.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.

Waktu sore hingga malam hari menjadi jam paling ramai karena banyak pengunjung datang setelah beraktivitas atau menikmati wisata kuliner malam di Kota Cirebon.

Namun, pengunjung perlu memperhatikan kondisi area sekitar karena lokasi kedai berada di jalan yang cukup sempit dekat permukiman warga.

Area parkir mobil juga terbatas sehingga pengunjung yang membawa kendaraan roda empat disarankan datang lebih awal.

Selain itu, antrean panjang biasanya terjadi saat malam minggu maupun hari libur nasional.

Banyak pelanggan rela menunggu demi menikmati semangkuk mie koclok yang dikenal konsisten menjaga cita rasa sejak puluhan tahun lalu.

Jadi Ikon Wisata Kuliner Cirebon

Bagi pencinta makanan pedas, tersedia sambal hijau khas yang dinilai cocok untuk menyeimbangkan rasa gurih kuah santan.

Popularitas Mie Koclok Panjunan turut memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Jawa Barat.

Selain Empal Gentong dan Nasi Jamblang, mie koclok menjadi menu yang hampir selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke Kota Udang.

Tak hanya Mie Koclok Panjunan, beberapa tempat mie koclok legendaris lain di Cirebon juga cukup populer, seperti Mie Koclok Mang Sam di kawasan Pekalipan dan Mie Koclok Mas Edi di Kesambi.

BACA JUGA: Lebih Mudah! Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu NIB dan NPWP, Ini Cara Bayar PKB Tahunan Lewat bjb DIGI

Masing-masing memiliki karakter rasa berbeda, tetapi tetap mempertahankan kuah santan kental khas Cirebon.

Meski begitu, Mie Koclok Panjunan tetap memiliki tempat spesial di hati para penikmat kuliner tradisional.

Keberadaannya sejak 1959 menjadi bukti bahwa kualitas rasa autentik mampu membuat sebuah kuliner bertahan lintas generasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here