
RADARCIAMIS.COM – Badan Gizi Nasional resmi meluncurkan aplikasi Reviu MBG untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis secara langsung di lapangan.
Aplikasi tersebut dirancang agar kualitas makanan dapat dipantau secara real-time oleh penerima manfaat program.
Peluncuran dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan, perhatian, dan kualitas pelayanan seluruh pelaksana program MBG di berbagai daerah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya menjelaskan aplikasi Reviu MBG memungkinkan penerima manfaat memberikan penilaian langsung terhadap makanan yang diterima setiap hari.
BACA JUGA: Ini Cara Mudah Cek Arah Kiblat dari Rumah, Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei 2026
Dalam pelaksanaannya, BGN menunjuk PIC atau penanggung jawab penerima manfaat untuk mengoperasikan aplikasi tersebut. PIC berasal dari guru sekolah, kepala posyandu, hingga pengurus pondok pesantren penerima distribusi MBG.
Ada Empat Parameter Penilaian
Melalui aplikasi itu, para PIC dapat menilai makanan berdasarkan empat indikator utama. Parameter pertama ialah ketepatan waktu distribusi makanan.
Kedua, aroma makanan untuk memastikan kondisi makanan masih layak konsumsi. Ketiga, rasa makanan sebagai bagian dari pengendalian mutu pelayanan.
Keempat, variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa bosan dengan menu yang sama setiap hari.
Sony menjelaskan penilaian dilakukan langsung saat makanan diterima sehingga evaluasi bisa berjalan lebih cepat dan objektif.
Hasil Penilaian Jadi Indikator Kinerja
Data hasil penilaian nantinya menjadi bagian dari indikator evaluasi atau Key Performance Indicator (KPI) masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN berharap sistem tersebut dapat mendorong seluruh pelaksana program lebih serius menjaga kualitas MBG.
Selain itu, sistem evaluasi berbasis penerima manfaat juga diharapkan mampu mencegah munculnya persoalan terkait kualitas makanan.
Fokus Bangun Kesadaran, Belum Ada Sanksi
Sony menegaskan aplikasi Reviu MBG pada tahap awal belum digunakan sebagai dasar pemberian sanksi.
Menurutnya, fokus utama BGN saat ini ialah membangun budaya evaluasi dan meningkatkan kesadaran seluruh pelaksana program.
Dia berharap peningkatan awareness dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan MBG di lapangan.
BGN juga tengah menyiapkan dashboard pemantauan yang nantinya bisa diakses masyarakat secara terbuka.
Melalui dashboard tersebut, publik dapat melihat tingkat keterlambatan distribusi hingga kualitas makanan di berbagai wilayah.
BACA JUGA: Ini Cara Mudah Cek Arah Kiblat dari Rumah, Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei 2026
Sony menyebut sistem itu diperkirakan mulai bisa diakses dalam dua minggu ke depan.
Pengawasan Digital untuk Program MBG
BGN menilai aplikasi Reviu MBG menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan berbasis partisipasi penerima manfaat.
Sistem digital tersebut diharapkan membantu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih optimal.
Program MBG sendiri ditujukan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia agar sehat, cerdas, dan ceria.




