RADARCIAMIS.COM— Persib Bandung mengajak suporter mendukung dari rumah demi menjaga nama baik klub dan menghindari sanksi jelang akhir musim.
Persib Bandung mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Bobotoh agar tidak datang langsung ke Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, saat menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026, Minggu 17 Mei 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen klub dalam menghormati regulasi kompetisi yang masih melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion.
Di tengah tensi persaingan yang semakin memanas menjelang akhir musim, antusiasme Bobotoh untuk mendampingi langsung perjuangan Maung Bandung memang sulit dibendung.
BACA: 6 Jurusan Teknik dengan Prospek Karier Cerah Jadi Sorotan di BINUS Engineering Week 2026
Namun, Persib Bandung memilih menempatkan kepatuhan terhadap aturan sebagai prioritas utama demi menjaga kelancaran kompetisi sekaligus menghindari potensi hukuman disiplin.
Kebijakan larangan suporter tim tamu itu merujuk pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026.
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa selama masa transisi transformasi sepak bola nasional, pertandingan kompetisi di Indonesia masih belum dapat dihadiri pendukung klub tamu.
Panitia pelaksana pertandingan pun dipastikan tidak menyediakan alokasi tiket bagi suporter Persib Bandung.
Selain itu, regulasi juga menegaskan bahwa klub memiliki tanggung jawab penuh terhadap keberadaan suporternya apabila terjadi pelanggaran aturan.
Situasi tersebut membuat seluruh elemen klub diminta menjaga kondusivitas pertandingan, terutama pada laga-laga krusial di penghujung musim.
“Kami memahami bahwa antusiasme dan kecintaan Bobotoh terhadap Persib begitu besar. Namun dalam situasi seperti ini, bentuk dukungan terbaik adalah dengan tetap menjaga ketertiban, menghormati regulasi, dan tidak memaksakan diri hadir di Parepare,” ujar Adhi.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menilai kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kompetisi.
Ia memahami besarnya kecintaan Bobotoh terhadap PERSIB, tetapi menurutnya dukungan terbaik saat ini adalah dengan tetap tertib dan tidak memaksakan diri datang ke Parepare.
Adhi juga menegaskan bahwa kehadiran suporter tamu berpotensi memunculkan konsekuensi serius, termasuk sanksi dan denda bagi kedua klub.
Karena itu, ia mengajak Bobotoh menjaga nama baik Persib Bandung dengan menunjukkan loyalitas secara dewasa dan bertanggung jawab.
Menurutnya, sikap bijak Bobotoh justru akan menjadi energi tambahan bagi skuad Maung Bandung yang tengah berjuang menyelesaikan musim dengan hasil maksimal.
Dukungan tidak selalu harus diwujudkan lewat kehadiran di tribun, melainkan juga melalui kepatuhan terhadap aturan dan komitmen menjaga citra positif klub.
Persib pun mendorong Bobotoh tetap memberikan dukungan penuh dari tempat masing-masing.
Kegiatan nonton bareng, doa bersama, hingga dukungan melalui media sosial diyakini tetap mampu menghadirkan semangat bagi para pemain di lapangan.
Bagi Persib Bandung, loyalitas sejati bukan hanya tentang menemani tim ke mana pun bertanding, tetapi juga soal menjaga kehormatan klub dan menunjukkan kedewasaan sebagai bagian dari keluarga besar Maung Bandung.



