RADARCIAMIS.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong hadirnya regulasi afirmatif bagi pelaku usaha kuliner lokal agar memiliki peluang lebih besar bersaing di pusat perbelanjaan modern.

Gagasan tersebut disampaikan saat menghadiri Opening Ceremony Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 di Kota Bandung, sebagaimana dilansir dari laman jabarprov.go.id.

Menurut Erwan, keberadaan restoran khas Indonesia di mal besar masih jauh lebih sedikit dibandingkan restoran dari luar negeri.

Ia menilai salah satu kendala utama yang dihadapi pelaku usaha lokal adalah tingginya biaya sewa tempat usaha.

“Restoran Indonesia di mal besar paling hanya satu atau dua. Kenapa? Karena kita sulit bersaing dari sisi harga,” ujar Erwan.

Karena itu, ia mengusulkan adanya kebijakan khusus dari pengelola pusat perbelanjaan berupa tarif sewa yang lebih terjangkau bagi pelaku usaha lokal.

Langkah tersebut dinilai penting agar produk kuliner dalam negeri memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkembang di pasar modern.

Pameran Franchise Dinilai Perkuat Ekosistem Usaha

Erwan juga menegaskan bahwa Jawa Barat harus tetap adaptif menghadapi dinamika ekonomi global dengan menciptakan peluang pertumbuhan baru melalui kewirausahaan.

Menurutnya, IFBC 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku usaha, UMKM, calon mitra, dan masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis melalui sistem kemitraan maupun franchise.

“Ekosistem yang saling menguatkan ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, perluasan akses ekonomi, dan pembentukan kelas menengah produktif di Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi konsistensi Asosiasi Franchise Indonesia dalam mendorong pertumbuhan bisnis berbasis kemitraan di berbagai daerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyebut rasio kewirausahaan nasional saat ini masih berada di angka sekitar 3,29 persen dari total angkatan kerja.

Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan angka tersebut hingga 10 sampai 12 persen untuk mendukung target menjadi negara maju.

“Kami ingin melihat lebih banyak generasi muda terjun ke dunia usaha dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar juga menyoroti masih minimnya restoran Indonesia di pusat perbelanjaan modern.

Ia menilai kekayaan kuliner daerah dan produk olahan lokal memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi sekaligus komoditas ekspor nasional.

“Indonesia punya makanan khas dari berbagai daerah. Potensinya luar biasa. Yang harus kita dorong adalah produk hasil dan nilai tambahnya,” kata Anang.

Menurutnya, pengembangan usaha berbasis franchise dan kemitraan menjadi strategi penting untuk memperluas pasar tanpa menghilangkan kualitas serta keunikan produk lokal.