Home Nasional Inovasi Pertamina! Minyak Jelantah MBG Akan Diolah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Inovasi Pertamina! Minyak Jelantah MBG Akan Diolah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Pertamina dan BGN bekerja sama mengolah minyak jelantah program MBG menjadi bahan bakar pesawat. -Pertamina-

RADARCIAMIS.COM – PT Pertamina bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik.

Salah satu fokus kerja sama tersebut adalah pemanfaatan minyak jelantah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia melalui penerapan ekonomi sirkular.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan Program MBG saat ini termasuk salah satu program makan bergizi terbesar di dunia dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 61,99 juta orang.

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar menyediakan makan bergizi gratis namun menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi unggul, memperkuat ekonomi masyarakat dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan mandiri.

Sementara Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menilai sinergi antara Pertamina dan BGN merupakan pertemuan dua sektor strategis nasional yakni pangan dan energi.

Dia menyebutkan hal itu sejalan dengan Misi ke-2 Asta Cita yang mendorong penguatan kemandirian pangan dan energi secara bersamaan.

Simon menjelaskan kerja sama tersebut menunjukkan bahwa sektor pangan dan energi dapat saling mendukung dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Salah satu contohnya ialah pemanfaatan minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah dan berpotensi mencemari lingkungan.

Melalui pengumpulan minyak jelantah dari puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, Pertamina bersama BGN ingin mengubah limbah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.

Program pengumpulan minyak jelantah itu akan dijalankan Pertamina Patra Niaga melalui mesin pengumpul UCollect.

Minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF), Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan biogasoline.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat bisnis rendah karbon sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah domestik.

Dia menjelaskan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) menjadi salah satu bahan baku paling efisien untuk memproduksi SAF dan HVO karena memiliki profil emisi siklus hidup yang rendah.

Menurut Agung, kebutuhan Pertamina terhadap UCO berkaitan dengan keberlanjutan bisnis dan pemenuhan standar dekarbonisasi global.

Pertamina pun menargetkan pencampuran SAF secara bertahap mulai dari 1 persen hingga 5 persen pada tahun 2030 sesuai amanat Kepmen ESDM Nomor 113 Tahun 2026.

Program tersebut mendukung tiga agenda strategis nasional, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri.

Selain itu, kolaborasi Pertamina dan BGN diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis 7 Mei 2026.

Acara itu juga dihadiri Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.