Home Daerah Tanah Longsor Ancam Keselamatan, Dua Rumah di Sukamaju Cihaurbeuti Ciamis Harus Direlokasi

Tanah Longsor Ancam Keselamatan, Dua Rumah di Sukamaju Cihaurbeuti Ciamis Harus Direlokasi

Tanah longsor di Desa Sukamaju Cihaurbeuti membuat warga harus direlokasi. Foto: Radartasik.id

RADARCIAMIS.COM – Bencana tanah longsor di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti pada Senin malam menyebabkan tiga dusun terdampak dan memaksa warga kehilangan tempat tinggal.

Dilansir dari Radartasik.id, Dusun Cibulakan menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah setelah dua rumah warga tertimbun material longsor hingga rata dengan tanah.

Pemerintah desa bersama pemerintah daerah kini mendorong warga terdampak untuk segera relokasi demi menghindari ancaman longsor susulan.

Kondisi tebing di sekitar permukiman disebut masih labil dan dipenuhi retakan tanah yang membahayakan keselamatan warga.

Kepala Desa Sukamaju, Dede Engkuh mengatakan para korban hingga kini masih bertahan di pengungsian sementara.

“Warga masih mengungsi sebelum dibuatkan rumah. Kalau ada rumah bisa kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya kepada Radar, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, relokasi menjadi langkah paling aman karena kawasan lama dinilai masuk zona rawan bencana.

“Pemerintah desa dan daerah pun meminta warga terdampak tanah longsor untuk relokasi. Karena tanah tebing masih labil bisa bahayakan jiwa kalau memaksa bangun di tempat yang sama,” ujarnya.

Pengungsi Masih Menunggu Hunian dan Bantuan Pangan

Dari dua keluarga terdampak, baru satu kepala keluarga yang memiliki lahan untuk relokasi mandiri.

Namun bantuan dana pembangunan rumah masih belum mencukupi kebutuhan seluruh korban terdampak.

“Hal itu juga pemerintah desa, UPZ, BAZNAS, Bupati Ciamis juga sudah membantu akan tetapi memang belum cukup membangun dua rumah dan empat rumah direnovasi,” ujarnya.

Lokasi relokasi direncanakan berada sekitar 200 meter dari titik longsor dan berada di area lebih aman.

“Lokasinya aman dari tebing yang longsor,” katanya.

Selain tempat tinggal, kebutuhan logistik pengungsi juga masih menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat.

Bantuan berupa sembako, pakaian, kasur, selimut, hingga alat dapur telah disalurkan oleh berbagai pihak.

“Dari Dinsos sudah memberi alat dapur, sembako, kasur, pakaian, dan lainnya,” ujarnya.

Meski bantuan mulai berdatangan, kebutuhan bahan pangan pokok masih sangat dibutuhkan para pengungsi.

“Saat ini sembako seperti beras, telur, dan lainnya untuk pengungsi masih sangat dibutuhkan. Oleh karena, bagi pengusaha setempat bisa atau agnia bisa membantu, sangat berterima kasih,” katanya.

Longsor juga merusak saluran irigasi sepanjang lebih dari 50 meter yang selama ini mengairi area pertanian Desa Cijulang dan sekitarnya.

“Saat ini menunggu perbaikan saluran pengairan yang rusak lebih 50 meter. Perbaikan ini penting untuk pengairan pertanian di desa Cijulang dan sekitarnya,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, menyebut bencana tersebut tergolong parah karena menimbun dua rumah dan satu musala.

“Mengingat posisi perumahan berada tepat di bawah tebing curam, sehingga kita sarankan warga untuk mencari lokasi hunian baru yang lebih stabil,” katanya.

Pemerintah daerah kini terus memantau pergerakan tanah di wilayah Cihaurbeuti untuk mengantisipasi potensi tanah longsor susulan.

“Melalui koordinasi dengan perangkat desa, BPBD berharap masyarakat semakin sadar akan risiko tinggal di kawasan zona merah bencana,” ujarnya.